You are here: Artikel

Ikatan Mahasiswa Akuntansi

Opini

Injury Time

Print PDF
Dalam dunia persepakbolaan, injury time adalah istilah yang digunakan untuk waktu tambahan dimana dalam suatu pertandingan bola kedua tim yang bertanding berusaha sekuat tenaga untuk mendapatkan hasil terbaik. Dengan kata lain, menang. Injury time menjadi kesempatan kedua tim untuk memaksimalkan usaha mereka.
Dalam kehidupan sehari-hari, kita sebagai manusia selalu merasa tidak puas dengan apa yang kita dapatkan. Sering kali kita berpikir, seandainya ada tambahan waktu, pasti apa yang kita kerjakan akan lebih maksimal hasilnya. Manusia selalu merasa mampu memberikan sesuatu yang lebih baik ketika ada tambahan waktu. Injury time itulah harapan manusia-manusia. Padahal waktu yang diberikan kepada kita adalah sesuatu yang mutlak adanya dan wajib kita isi dengan hal-hal yang bermanfaat. Waktu yang kita miliki adalah sudah tepat.
Sangat keliru manusia yang mengatakan mampu menjadi lebih baik ketika mempunyai waktu tambahan. Sangat keliru ketika mengatakan jika umurku ditambahkan satu hari saja, saya akan mampu melalaui hidup ku dengan lebih baik.
Kehidupan tidak seperti permainan bola dimana kita dapat menebus permainan yang tidak maksimal di injury time. Waktu ada untuk dihargai dan diisi dengan hal-hal yang berguna.
 

Studi Kompratif

Print PDF
clip_image002123.jpg

Seminggu yang lalu, tepatnya tanggal 19 Oktober 2009, KEMA FE-UH jurusan Akuntansi mengadakan studi komparatif ke PT. Maruki International Indonesia. Karena satu dan lain hal, kami yang berjumlah 18 orang, tiba di Maruki pukul 09.15. Lima belas menit lebih lambat dari jadwal yang telah disepakati dengan PT Maruki International Indonesia. Kesan pertama yang kami dapatkan ketika sampai di sana adalah suasana perusahaan yang asri dan tenang. PT Maruki International Indonesia adalah sebuah perusahaan modal asing yang terletak di jalan Kapasa Raya Kawasan KIMA Makassar. Perusahaan ini memproduksi Butsudan.

 

AKUNTANSI AKAN DIMUSEUMKAN??

Print PDF
clipboard01_copy.jpgAkuntansi yang pada dasarnya merupakan alat untuk mengkalkulasi biaya (beban) dengan pendapatan sedang dipertanyakan keberadaannya ke depan karena ditengarai tidak mampu lagi mengakomodasi realitas bisnis yang semakin kompleks. Perkembangan konsep korporasi, aspek-aspek sosial dan lingkungan menjadi isu hangat yang sering dikaitkan dengan dunia bisnis ini yang tentu saja memiliki akuntansi dan akuntan di dalamnya. Akuntansi yang notabane-nya menjadi tumpuan untuk mengetahui dan menganalisis keadaan keuangan suatu entitas terkadang tidak kuasa memberikan informasi yang optimal karena keterbatasan dalam dirinya. Hal ini jelaslah sangat memperihatinkan karena akan mempengaruhi keputusan yang diambil. Selain cacat pada diri akuntansi itu sendiri, terkadang informasi yang dihasilkan tidak bebas nilai karena perilaku penyaji yang memoles data itu sehingga kelihatan menarik bagi pemakai.
 

UU No 9 tahun 1998 : Silahkan Demonstrasi!

Print PDF
”Dan kepada rakyat aku ingin tunjukkan, bahwa mereka dapat mengharapkan perbaikan-perbaikan dari keadaan dengan menyatukan diri di bawah pimpinan patriot-patriot universitas,”

-Soe Hok Gie-

Tulisan ini merupakan bentuk keprihatinan penulis atas beberapa kejadian dalam sepekan belakangan. Adanya pembubaran paksa oleh aparat kepolisian terhadap demonstrasi mahasiswa di Makassar yang kemudian disambut media dengan mengabarkan tentang bahaya ”demonstrasi bayaran”. Selanjutnya, direspon oleh beberapa Pembantu Rektor III perguruan tinggi si Makassar. Beberapa diantaranya, bahkan menyebutkan kalau aksi mahasiswa belakangan ini identik dengan bayaran dan pemerasan.

 

Menjadi Sarjana

Print PDF

Ribuan orang berhambur dari gedung megah itu. Pakaian mereka aneh. Baju terusan warna hitam dipadukan dengan celana hitam. Dibagian lehernya dililit dengan salempang berbentuk segi enam. Topi mereka tak kalah aneh, hitam dengan bidang datar segi enam pada bagian atasnya, ditambah seutas tali seumpama jambul menempel di bagian tengah topi dan dijatuhkan ke depan. Hasilnya, nampak seperti hakim atau ilmuwan zaman pertengahan di eropa. Mereka menamai pakaian ini Toga. Pakaian idaman setiap mereka yang menempuh pendidikan di kampus. Sebuah simbol puncak pencapaian tertinggi pendidikan. Tak sedikit yang menjadikannya sebagai alat untuk mendongkrak status sosial. Bagi yang wanita, uang pannai’ bisa naik berkali-kali lipat.

 
  • «
  •  Start 
  •  Prev 
  •  1 
  •  2 
  •  3 
  •  4 
  •  Next 
  •  End 
  • »
Page 1 of 4
Akuntansi | Manajemen | Serba Serbi | Ilmu Ekonomi | Almamater | Hukum | Lingkungan | Pendidikan | SOSBUD | Puisi | Resensi | Daftar Dosen | Data Akademik | Beasiswa | Loker | Undangan